Mengenal Gebyok Jepara

Jepara memang sudah terkenal dengan kemampuannya dalam membuat mebel dan ukiran.

Salah satunya yaitu Gebyok ukir Jepara yang saat ini banyak diminati untuk pintu rumah, baik pintu utama ataupun sebagai penyekat.

Arti kata Gebyok

Gebyok dalam bahasa jawa memiliki arti penyekat atau tembok rumah, di mana rumah orang-orang dulu penyekat dan temboktemboknya adalah kayu atau anyaman bambu.

Nah, sekarang kata gebyok hanya mengacu pada penyekat dari kayu yang memiliki banyak ukiran.

Perkebangannya, gebyok sendiri dibagi menjadi dua yatu gebyok penyekat dan pntu gebyok.

Gebyok Penyekat

Gebyok penyekat hanya digunakan untuk penyekat ruangan dan umumnya tidak permanen. Gebyok ini biasanya hanya difungsikan untuk penyekat atau hiasa saja. Contohnya seperti gebyok background dekorasi pernikahan, background foto dan lain sebagainya.

Pintu Gebyok

Berbeda dengan gebyok penyekat, gebok pintu lebih dimnati oleh masyarakat umum karena tidak hanya sebagai penyekat namun juga berfungsi sebagai pintu.

Jika dinamakan satu persatu, pintu gebyok terdiri dari tiga bagian. Yaitu pintu itu sendiri, Gapura atau kusen dan gebyok atau penyekat yang berada di samping kanan dan kanan kusen.

Bagian pintu: Pada bagian pintu, gebyok utama memiliki model pintu kupu tarung. Yaitu dua pintu yagn saling terhubung.

Gapura: Gapura atau pintu masuk standarnya berbentuk melengkung dan ditengahnya terdapat ukiran buah nanas.

Gebyok: Gebyok terdapan disamping kanan dan kiri untuk menegaskan penampilan dari gapura dan pintu.

Ukuran Gebyok Pintu Gapura

Sebenarnya Anda dapat memiliki ukuran pintu gebyok sesaui dengan kebutuhan dengan cara memesannya secara langsung di perajin gebyok.

Akan tetapi gebyok sendiri memiliki ukuran standar yang umum diaplikasikan pada rumah. Berikut ini ukurannya:

UKURAN GEBYOK300 CM250 CM200 CM
Ukuran Total300*270 CM250*270 CM200*260 CM
Ketebalan Soko/Tiang14*12 CM12*11 CM11*10 CM
Lebar Pintu (Kupu Tarung)120 CM110 CM100 CM
Ketebalan daun pintu3+ CM3+ CM3+ CM

Jenis Gebyok

1. Gebyok pintu gapura

Gebyok pintu gapura yaitu gebyok yang digunakan untuk kusen rumah dan pintu. Sering difungsikan sebagai pintu masuk utama.

2. Gebyok skat

Gebyok skat digunakan sebagai penyekat ruangan. Biasanya Gebyok sekat tidak dipasang secara permanen. Di Jepara familiar dengan nama sketsel.

3. Gebyok Variasi

Gebyok variasi atau dekorasi yaitu Gebyok yang difungsikan hanya untuk keperluan display saja. Seperti gebyok pengantin, background tembok, variasi tempel pada kusen kayu.

Motif Gebyok

1. Motif Jawa

Gebyok jawa yang umum yaitu memiliki ukuran khas Jepara atau Kudus karena memang Gebyok merupakan budaya kudus yang sekarang berkembang di Jepara.

2. Motif Bali

Gebyok motif bali memiliki ukiran bali, mulai dari pintu, kusen dan gebyoknya sendiri.

3. Kaligrafi

Motif kaligrafi adalah motif modifikasi.

4. Minimalis

Minimalis memiliki motif ukiran yang lebih sedikit (simpel). Namun ada juga Gebyok model minimal tetap memiliki banyak ukiran tapi konstruksinya saja yang memiliki model minimalis.

Model Gebyok Gapura

Ada dua model gebyok,yaitu model sampar putus dan model sampar sambung atau los.

Balok Ring atau dikenal dengan Sampar/blandar merupakan salah satu komponen utama pada gebyok.

Gebyok dapat dirangkai karena adanya Balok ring tersebut. Nah pada konstruksi Gebyok, ada dua model balok Ring yaitu:

1. Balok ring sabung (Sampar Sambung)

Gebyok sendiri memiliki dua sampar, yaitu sampar atas dan sampar bawah. Desain standarnya, baik sampar atas maupun sampar bawah tidak putus karena untuk memperkuat konstruksi.

Akan tetapi kekurangan sampar sambung ini ada penghalang tepat di bawah pintu, sehingga dapat berbahaya bagi orang yang lewat da tidak bisa menyapu melewati pintu tersebut.

2. Balok ring Putus (Sampar Putus)

Model Gebyok sampar putus memiliki kelebihan, yaitu tidak ada penghalang balok di bawah pintu, sama seperti pada umumnya.

Akan tetapi konstruksi Gebyok tidak sekuat sampar sambung, jika dipasang secara standar.

Selain itu, jika dilihat dari nilai seni. Gebyok sampar putus kurang memiliki filosofi sebenarnya.

Leave a Comment