Sun04202014

Last update05:16:56 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Suara Pemilu Suara Pemilu Panwaslu Banyuasin Gelar Bimtek Kedua

Panwaslu Banyuasin Gelar Bimtek Kedua

  • PDF

-Iswadi: satukan visi dan misi, Kasat Intelkam: Kamtibmas tanggung jawab bersama-

PALEMBANG, BeritAnda - Guna lebih mempersiapkan perangkat penyelenggara Pemilu dalam hal ini Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Panwaslu Banyuasin, Jumat (10/5/2013) malam pukul 20.00 wib, kembali menggelar Bimbingan Teknik Tata Cara Pengawasan Pemungutan Suara, Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah Bupati Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan tahun 2013 dengan tema Dari Bawaslu/Panwaslu Kita Selamatkan Pemilu/Pemilukada Indonesia.

Bimtek yang digelar di Aula Mekah Asrama Haji Tanjung Siapiapi Palembang selama 3 hari dari tanggal 10 hingga 12 Mei 2013 ini, diikuti 76 Panwascam dari 19 kecamatan yang ada di Kab. Banyuasin, dimana tiap kecamatan mengirimkan 4 orang, yaitu Ketua Panwascam, Sekretaris, anggota Divisi Pengawasan dan staf.

Hadir dalam acara tersebut anggota Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Iswadi S.Pd yang mewakili Ketua Panwaslu Banyuasin Heri Aryansyah SH., M.Si, yang sedang ke Surabaya mengawasi pencetakkan surat suara, anggota Divisi Penanganan dan Tindaklanjut Pelanggaran, Anila Ishak, SH dan Kepala Sekretariat Panwaslu Banyuasin Tarman Zuhri S.Sos, M.Si. Sementara dari Polres Banyuasin Kasat Intelkam Polres Banyuasin AKP Mizon Bahri.

Dalam kesempatan itu, Iswadi S.Pd yang membuka acara tersebut mengingatkan kepada seluruh jajaran Panwascam agar penyelenggaraan Bimtek yang kedua oleh Panwaslu Banyuasin dimaksudkan untuk menyatukan visi dan misi seluruh perangkat penyelenggara Pemilu, dalam hal ini Panwascam agar terciptanya Pemilukada yang bersih, aman, lancar dan kondusif.

“Untuk itu, kepada seluruh anggota Panwascam dapat memperhatikan dan mengawasi hal sekecil-kecilnya permasalahan terkait Pemilukada dengan tetap menjalin kerjasama baik antara PPK maupun PPL,” ujarnya.

Sambungnya, sekiranya bila ditemukan adanya temuan agar kiranya data tersebut diperoleh jangan hanya dari mendengar, tetapi temuan tersebut dapat disertai bukti otentik, sehingga temuan tersebut nantinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Terkait temuan tersebut apakah masuk ranah pidana atau administrasi hal itu masih akan menjadi kajian dan analisa,” jelasnya.

Sementara itu AKP Mizon Bahri saat member paparan materi kegiatan intelijen dalam pengawasan Pemilukada, ia mengatakan, perlu kiranya untuk diketahui, bahwasannya dalam rangka mewujudkan Pemilukada yang bersih, aman, lancar dan kondusif, maka ada baiknya untuk diketahui pengetahuan intelijen terkait penyelidikan, pengamanan dan penggalangan (Lidpamgal).

“Ini perlu dipaparkan agar Panwascam setidaknya dapat mengetahui atau memprediksi apa yang akan terjadi. Hal ini juga sebagai langkah pencegahan bila terjadi gesekan yang kemungkinan bisa terjadi akibat adanya kecurangan, khususnya pasca pencoblosan,” terangnya.

Untuk Banyuasin sendiri, lanjutnya, sebenarnya tidak rawan gangguan kamtibmas, tetapi rawan geografis. Artinya, wilayah Banyuasin yang sebagian wilayah perairan dapat saja menjadi kendala yang bisa berakibat kerawanan. Untuk itu diharapkan adanya koordinasi antara Panwascam dengan Polsek sebagai langkah antisipasi.

“Namun demikian, antisipasi gangguan kamtibmas tetap menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya dari kepolisian maupun aparat keamanan lainnya saja, tetapi semua lembaga yang terlibat langsung dalam penyelenggaran Pemilukada Bupati Banyuasin dan Gubernur Sumsel termasuk calon dan seluruh masyarakat,” kata dia mengingatkan. (Irw)

Site Launch
Site Launch