Fri04182014

Last update04:40:04 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Empat Proyek Disdik Ditunda Pembayaran

Empat Proyek Disdik Ditunda Pembayaran

INDRALAYA-OI, BeritAnda - Akibat belum tuntasnya pengerjaan ruang perpustakaan, empat kontraktor proyek pembangunan ruang perpustakaan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir ditunda pembayarannya.

Penundaan pembayaran dilakukan, karena hingga berakhir kontrak, perusahaan yang mengerjakan keempat bangunan ruang perpustakaan, belum juga menuntaskan pekerjaannya. Sehingga dengan berat hati, pemkab sebagai rekanan terpaksa menunda realisasi pembayaran sebesar 35 persen dari sisa nilai kontrak tersebut

Kepala Dinas Pendididikan Kabupaten Ogan Ilir Baharuddin Noer melalui Kasi Pembangunan dan Subsidi Sayadi, Senin (2/1/2012) mengatakan, keempat bangunan yang bermasalah pengerjaannya tersebut, yakni SD Muhammadiyah Meranjat, SDN 8 Pemulutan, SDN 8 Sungai Pinang dan SDN 11 Rantau Panjang.

“Secara kuntitas fisik sudah 100 persen, namun kualitas masih kurang baik, sehingga tim meminta pekerjaan kembali dirapikan,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, sebagai sangsi 35 persen uang dari sisa nilai kontrak perusahaan tersebut, belum bisa dicairkan sampai pekerjaan perbaikan tuntas. “Karena keterlambatan ini mereka juga, akan memperoeh denda dengan besaran 1/1000 perhari dari nilai kontrak,” ujarnya.

Mengenai lama waktu pengerjaan sendiri, Sayadi menjelaskan selama 90 hari kalender atau 3 bulan, yang dilanjutkan dengan masa pemeliharaan. ”Sekarang sudah masuk tahap pemeliharaan, sehingga meskipun perbaikan dilakukan perusahaan tetap terkena denda namun bukan blacklist,” urainya.

Sementara itu, Asisten II Setda Pemkab Ogan Ilir yang membidangi pembangunan dan keuangan Abdul Rachman Rosyidi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya rekanan pemkab yang tertunda pencairan kuangan akibat pengerjaan gedungnya belum selesai 100 persen .

“Uangnya itu tidak akan hilang tetap dapat dicairkan, namun setelah perbaikan yang telah adiminta disempurnakan oleh kontraktornya,” ujarnya.

Informasi yang beredar perusahaan yang terancam terkena blacklist tersebut, karena mengerjakan tidak sesuai waktu, diantaranya CV Hastra Jaya dan CV Paroza Ogan Ilir. (BJ.

 

Site Launch
Site Launch