Wed04232014

Last update11:39:56 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Nasib Pejuang Veteran Memprihatinkan

Nasib Pejuang Veteran Memprihatinkan

 

INDRALAYA-OI, BeritAnda -  Usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 nampaknya belum memberikan pengaruh positif bagi para pejuang veteran.  Nasib para pejuang veteran di Kabupaten Ogan Ilir saat ini masih memprihatinkan. Pada hari tua, sebagian besar para pejuang hidup dalam serba kekurangan, sementara perhatian pemerintah daerah masih sangat minim.

 

Ketua DPC Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI) Ogan Ilir, Sodikun mewakili para veteran mengatakan, kondisi kehidupan para veteran, khususnya di kantong permukiman veteran seperti di Transat Desa Purnajaya Kecamatan Indralaya Utara masih jauh dari kata layak.

“Mereka umumnya masih menggantungkan hidup hanya dari bantuan pemerintah pusat ataupun propinsi yang jumlahnya minim. Sedangkan mereka tidak kuat lagi bekerja dengan kondisi sebagian sudah banyak yang pikun,” tuturnya usai menghadiri peringatan HUT RI ke-66 tingkat kabupaten di lapangan Polsek Indralaya, Rabu (17/8/2011)

Sedangkan bantuan dari Pemkab, lanjutnya, sejauh ini untuk menunjang hidup belum ada. Bahkan, menuju tempat permukiman veteran masih dalam keadaan rusak berat dan sulit dilalui bila musim hujan tiba. “Mungkin sekarang pemkab belum mampu,” keluhnya.

Namun, dirinya berharap, pemkab dapat membangunkan sebuah gerbang atau tugu saat memasuki permukiman veteran. Sekedar mengingatkan kepada generasi penerus, daerah tersebut merupakan basis pejuang yang masih ada. “Veteran juga menginginkan dapat dibangunkan gedung juang sebagai tempat veteran, pejuang’45 dan penerus saling berkomunikasi dan berkumpul,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Wilson melalui Kabid Pemberdayaan Syarkowi, mengakui pemkab masih memiliki keterbatasan untuk membantu para veteran. “Selama ini, sudah kita usulkan agar veteran memperoleh bantuan Rp300 ribu perbulan, namun belum teralisasi,” tuturnya.

Namun, sambungnya, diantara pejuang sudah ada yang diumrohkan oleh pemerintah, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya. Mengenai soal gedung jaung, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut ke atasan, namun tidak sekarang mungkin tahun 2012 mendatang.

Saat disinggung jumlah veteran yang tersisa, Syarkowi menjelaskan, saat ini jumlah veteran di OI yang terdata sebanyak 488 orang, dengan jumlah yang masih hidup sekitar 30 persen lagi. “Konsentrasinya ada di Desa Purnajaya dan Tanjung Raja,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV H. Darwin Harja mengakui perhatian terhadap veteran masih minim, pihaknya dalam waktu dekat akan mengusulkan kepada bupati agar veteran ini dapat lebih diperhatikan kesejahteraannya. “Ya, jangan setiap 17 Agustus saja, mereka diundang untuk upacara, namun setelahnya dilupakan,” tuturnya singkat. (BJ).

Site Launch
Site Launch