Sat04192014

Last update07:14:12 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan PT. PP (Persero) Tbk Pasrah Ganti Rugi

PT. PP (Persero) Tbk Pasrah Ganti Rugi

MUARA ENIM, BeritAnda - Pertemuan antara sekitar 20 orang warga Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan BUMN PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang menyebabkan belasan hektar kebun karet warga terendam berlangsung di kantor Camat Ujanmas, Senin (30/9/2013) sekitar pukul 12.30 wib. Pertemuan difasilitasi Camat Ujanmas, Holika, S.Sos dan Kades Pinang Belarik, Arsuan.

Camat Ujanmas, Holika, S.Sos dalam pertemuan itu mengatakan sesuai dari laporan warga, masyarakat meminta PT. PP (Persero) Tbk dalam pembangunan gorong-gorong kecil dipercepat dan jangan tersumbat lagi.

"Kita hanya memfasilitasi. Sendainya karet mati, kita akan mengacu ke peraturan gubernur (pergub) soal ganti rugi. Kalau ada lumpur mungkin PT. PP Persero dapat membersihkan atau ganti rugi," ungkap Holika.

Dikatakan Camat, sesuai pergub Sumatera Selatan (Sumsel) No. 25 tahun 2009 tentang ganti rugi lahan karet yang mati umur 9 tahun diganti Rp200 ribu. Sedangkan karet yang cuma terendam kiranya dapat dimusyawarahkan.

"Warga minta karet yang cuma terendam dibayar setengah dari harga mati, sedangkan ganti rugi mangkok karet yang hanyut sebesar Rp7.000 perbuah," papar dia.

Ahmad Nusim, warga Desa Pinang Belarik menekankan bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir. "Kami sangat kecewa dengan PT. PP (Persero) Tbk yang berjanji pertemuan hari ini berlangsung pukul 11.00 wib, tapi pada kenyataannya tidak tepat waktu. Karena itu, kita minta kepastian Suryo bisa menyelesaikannya," ucapnya.

Warga lainnya, HM Idris mengatakan akibat dampak tanaman karet terendam oleh PT. PP Persero, kini banyak karet warga yang mati getah. "Mati getah disini artinya walaupun hidup tapi produksi karet menurun bahkan bisa juga akan mati," tuturnya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pers Pemantau Pembangunan Muara Enim (LSM P3ME), Hijazi S.Sos mengatakan, soal data permohonan ganti rugi warga sudah diajukan ke pihak perusahaan melalui Kades Pinang Belarik. "Kami tidak tahu apakah sudah disampaikan pihak perusahaan ke pihak kecamatan atau belum," tanya dia.

Sementara itu, Perwakilan PT. PP Persero, Suryo mengatakan jika pihak perusahaan cukup mengerti apa yang diminta warga. PT. PP Persero, kata dia, akan mengikuti sesuai aturan di pergub Sumsel soal ganti rugi yang diminta, sedangkan karet yang belum mati akan dibayarkan 50 persen.

Sementara untuk pembangunan gorong, kata dia, hal itu sudah dikoordinasikan di lapangan, bahkan menjadi perhatian utama pihaknya. "Itu sudah ada sebagian yang dibongkar dan diperbaiki. Soal ganti rugi tanaman kami setuju, tapi pergantian mangkok karet sebesar Rp7.000 kami masih keberatan," tukasnya.

Akhirnya, setelah terjadi perdebatan yang alot, kedua pihak menyepakati pembayaran ganti rugi tanaman yang mati sesuai pergub dan karet yang terendam 50 persen dari harga pergub, serta pembayaran ganti rugi mangkok yang hilang sebesar Rp5.000 perbuah.

"Pembayaran ganti rugi paling lambat diselesaikan pada tanggal 15 November 2013," janji Suryo. (Phardiansah/ Mesak)

Site Launch
Site Launch