Thu04242014

Last update01:41:51 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Sidang PT Buana Eltra Digugat Rp 431,37 Miliar Digelar

Sidang PT Buana Eltra Digugat Rp 431,37 Miliar Digelar

BATURAJA-OKU, BeritAnda - Sidang gugatan terhadap PT Buana Eltra digelar di Pengadilan Negeri Baturaja, Senin (8/4/2013), dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Baturaja Efianto SH didampingi hakim anggota, Zafrizal SH dan Jimmy Maruli SH dengan panitra Alidin SH.

Pada sidang perdana ini, dari pihak  PT Buana Eltra hanya dihadiri kuasa hukumnya Arga Khan SH dan Sakri Tawangsalaka SH. Sedangkan dari warga Talangnangka, Desa Gunungkuripan, Kecamatan Pengandonan, dihadiri oleh utusan warga didampingi pengacara Eriek Ekaputra Ibrahim SH.

Dikesempatan itu tampak juga Ketua Forum Masyarakat Peduli OKU Irjen Pol (Pur) Drs Eddy Kusuma Wijaya SH MH MM, dan Penasehat Forum Masyarakata Peduli OKU Irjen Pol (Purn) Dr Drs M Rasyid Ridho SH MH. Kedua jenderal bintang dua ini sengaja datang ke OKU untuk mengawal proses hukum gugatan warga Talangnangka terhadap PT Buana Eltra.

Ketua Majelis Hakim menunda sidang perkara gugatan warga terhadap PT Buana Eltra yang bergerak di  tambang batubara, karena tergugat 3 Paulus Lim tidak hadir. Sidang ditunda hingga tiga minggu kedepan untuk memberi kesempatan menghadirkan tergugat 3 yang berada beralamat di Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, kuasa hukum warga Talangnangka, Eriek Ekaputra Ibrahim SH  mengatakan, warga menggugat  PT Buana Etra dengan tuntutan material Rp26,3 miliar dan immaterial Rp340 milair. "Total gugatan kepada PT Buana Eltra (PT BE) senilai Rp431.37 miliar," tegasnya.

Selain melakukan gugatan secara perdata, kata dia, pihaknya juga sudah melaporkan PT Buana Eltra ke Polda Sumsel, yang saat ini kasusnya sudah dalam tahapan pemeriksaan saksi-saksi.

Dijelaskannya, kasus penyerobotan lahan seluas 171 hektar milik warga Talangnangjka tersebut, sudah memasuki tahap sidang perdana. "Kami menggugat PT Buana Eltra yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No 152 B Baturaja OKU (Tergugat I), Pandapotan Sinaga SE beralamat di Rusun Jati Rawasari Blk A /9 Jakarta Pusat (Tergugat II) dan Paulis Lim beralamat di Blok MM No 8 Jakarta Utara (Tergugat III)," ungkapnya.

Selain itu ada juga gugatan perorangan atas nama Zuryati, isteri dari Syarifuddin (alm), penemu dan perintis pertama yang juga pemilik lahan seluas 10,2 ha di lokasi tambang PT Buana Etra.

Melalui kuasa hukumnya, Zuryati menggugat PT Buana Eltra, kemudian Nanang alamat sama (Tergugat II) M Hamid Hatta beralamat di Jalan H. Agus Salim No 244 Baturaja (Tergugat III) dan Pandapotan Sinaga SE beralamat di Rusun Jati Rawasari Blk A /9 Jakarta Pusat (Tergugat IV) serta Paulis Lim beralamat di Blok M No 8 Jakarta Utara (Tergugat V).

Dalam gugatannya, Zuryati minta agar PT Buana Eltra menyetop aktivitas tambang batubara sampai masalah ganti rugi 171 hektar lahan milik 34 kepala keluarga yang sedang digugat memiliki kepastian hukum.

Menurut Eriek, jual beli yang dilakukan antara PT BE dan warga dinilai cacat hukum, karena belum ada pelepasan hak dari warga. Tergugat I PT Buana Eltra dan Tergugat II Nanang hanya membayarkan lahan miik para penggugat dengan uang muka/panjar saja sebesar Rp5.500.000 per hektar, serta penggugat diminta untuk menyerahkan Surat Pengakuan Hak (SPH) kepada tergugat I dan para penggugat yang merupakan orang awam disuruh menandatangani kwitansi kosong dengan alasan akan dilunasi.

Bahwa perbuatan para tergugat yang telah merugikan para penggugat dengan telah diambilnya SPH asli dan blanko kwitansi kosong yang sudah ditandatangani oleh para penggugat. Penguasaan tanpa hak serta hilangnya pendapatan para penggugat untuk mencari nafkah sehari-hari dari hasil kebun dan ladangnya yang telah rusak, serta dipergunakan untuk lokasi pertambangan oleh Tergugat I, sehingga perbuatan para tergugat telah memuhi unsur sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 KUHP Perdata perbuatan melawan hukum dan telah menimbulkan kerugian bagi para penggugat.

Sedangkan kuasa hukum tergugat PT Buana Eltra, Arga Khan SH mengatakan, kliennya sudah membayar semua ganti rugi lahan milik warga Talannangka. "Semua proses jual beli tanah sudah beres semua, sehingga perusahaan berani beroperasi. Nanti bukti-bukti itu akan kami beberkan saat persidangan," tegasnya. (Man)

 

Site Launch
Site Launch