Thu04242014

Last update02:37:02 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Sumatera Selatan Rabu, PTBA Akan Didemo

Rabu, PTBA Akan Didemo

-Rekrutmen PTBA dinilai gagal-

MUARA ENIM, BeritAnda - Pengumuman hasil tes tertulis yang diumumkan oleh pihak PTBA untuk outsourching dan PPJK UNSRI dari jalur umum beberapa waktu lalu menuai gejolak. Bahkan berbagai pihak menemukan banyaknya peserta tes berasal dari luar Sumatera Selatan yakni Jawa dan Padang.

Lagi, setelah tes tertulis diumumkan, ternyata pelamar yang berasal dari ring I PTBA justru tersisihkan dan yang dinyatakan lulus tes tertulis berasal dari luar tersebut.

Begitu pula dengan karyawan outsourching yang tergabung dalam Serikat Buruh Bersatu Muara Enim (SBBM) Sektor Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. Bukit Asam Persero Tbk mengancam akan bergabung dengan gabungan LSM Lawang Kidul untuk berdemonstrasi pada hari Rabu(9/1/2013) mendatang.

Keputusan ini diambil setelah para karyawan outsourching bernegosiasi dengan pihak manajemen PTBA di Kamar Bola PTBA, Tanjung Enim, Senin (7/1/2013) menemui jalan buntu. Mencuatnya rencana demo ini menyikapi hasil tes rekrutmen yang dilaksanakan oleh panitia penerimaan yang hanya meluluskan 2 orang karyawan outsourching pada saat tes tertulis, padahal sesuai komitmen pihak PTBA akan meluluskan sekitar 70 orang dari jalur outsourching sendiri.

Ketua SBBM Sektor Kopkar PTBA, Doddy kepada wartawan mengatakan, inti negosiasi yang dilakukan antara SBBM Sektor Kopkar PTBA dengan pihak managemen yang dihadiri oleh Senior Manager SDM PTBA, Muhammad Hatta, dan staf SDM, Chandra, dan Nurpaisol Arfa merupakan tindaklanjut atas pengumuman tes tertulis oleh panitia penerimaan PTBA yang hanya meluluskan 2 orang tenaga outsourching dari keanggotaan SBBM Sektor Kopkar PTBA. Padahal, kata dia, anggota SBBM Sektor Kopkar PTBA yang mengikuti tes tersebut mencapai ratusan orang.

“Negosiasi yang dilakukan tidak mendapatkan keputusan apa-apa, sehingga kami bersepakat untuk memilih deadlock dan bergabung dengan gabungan 9 LSM Lawang Kidul untuk berdemo pada Rabun anti,” ungkap Doddy.

Dikatakan Doddy, pada awalnya, pihaknya mendesak manajemen PTBA agar melakukan pengangkatan karyawan outsourching langsung tanpa melalui tes yang ternyata dilakukan tidak secara transparan. Sesuai surat rekomendasi dari DPRD Muara Enim beberapa lalu ke manajemen PTBA, kata Doddy, pihak PTBA diminta untuk memprioritaskan karyawan outsourching yang sudah mengabdi terlebih dahulu.

“Informasi yang kita dapat, pada saat tes tertulis tenaga outsourching PTBA mencapai 12.000 orang, padahal cuma sekitar 500 orang saja. Anehnya lagi, dari 500 orang yang lulus tes tertulis hanya 2 orang saja dari tenaga outsourching Kopkar PTBA. Ini sudah jelas ada indikasi jika tes yang dilakukan itu hanya sekedar formalitas saja. Namun orang yang akan diluluskan sampai tahap akhir itu telah dipersiapkan,” timpal Yosio, anggota SBBM Sektor Kopkar PTBA.

Sementara itu, Gabungan Sembilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul meminta kepada Managemen PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA secara transparan dan terbuka mengumumkan nama-nama beserta alamat pelamar yang lulus tes PTBA dalam setiap tahapnya.

Hal ini dimaksudkan agar tidak ada permainan yang dilakukan oleh oknum atau pihak-pihak tertentu. Selain itu, mereka juga meminta agar penerimaan PTBA kali ini mengutamakan 80 persen warga yang berada di ring satu PTBA, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul.

“Kita minta 80 persen atau setidaknya 15 orang per desa dan kelurahan se-Kecamatan Lawang Kidul bisa diterima di PTBA khususnya tingkat SMA sederajat. Selain itu, kita minta transparansi mengenai nama-nama dan alamat yang jelas sesuai KTP pelamar yang lulus dari Kecamatan Lawang Kidul agar tidak ada permainan,” tutur Sulbahri Yahdin dari gabungan Sembilan LSM di Kecamatan Lawang Kidul.

Pihaknya sendiri, kata Sulbahri, telah melakukan pertemuan dengan managemen PTBA di Rec Hall PTBA, Sabtu (5/1/2013) lalu yang juga menemui jalan buntu. Pihaknya akan segera melakukan aksi demonstrasi besar-besaran pada Rabu mendatang menuntut transparansi manajemen PTBA.

Berdasarkan survey atau pengecekan langsung ke lapangan, kata Sulbahri, ternyata banyak pelamar yang lulus tes tertulis tahap pertama lalu, dari desa dan kelurahan di Kecamatan Lawang Kidul tidak sesuai dengan jumlah pelamar lulus yang dikeluarkan oleh Pusat Pelayanan Jasa Ketenagakerjaan (PPJK) Universitas Sriwijaya (UNSRI) tersebut.

“Dari sekitar 499 pelamar di Kecamatan Lawang Kidul yang lulus tes tertulis tahap pertama lalu. Setelah kita survey ke lapangan, ternyata hanya segelintir atau dibawah seratus pelamar yang berhasil. Sisanya itu kemana, jangan-jangan pelamar yang lulus tersebut berasal dari lingkungan basecamp atau lingkungan pejabat PTBA sendiri,” ucapnya. (Mesak/ Phardiansah)

Site Launch
Site Launch