Wed04162014

Last update03:22:06 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Sumatera Lampung 'Alien' Serbu Kenya

'Alien' Serbu Kenya

  • PDF

BeritAnda - Spesies 'alien' menyerbu margasatwa di Kenya. Akibatnya, spesies itu menjadi ancaman terbesar bagi pelestarian margasatwa di wilayah tersebut.

Pejabat Kabinet Urusan Lingkungan Hidup, Judi Wakhungu mengatakan, spesies tanaman itu telah menggantikan spesies asli di wilayah pelestarian margasatwa.

"Oleh karena itu, Kenya mengkaji semua hukum yang berkaitan dengan lingkungan hidup guna meningkatkan pemantauan atas spesies yang menyerbu tersebut," kata Wakhungu selama peluncuran Strategi Nasional bagi Penanganan Spesies Penyerbu di Nairobi, seperti disadur dari Xinhua, Kamis (5/12/2013).

Saat ini, Kenya tak memiliki hukum menyeluruh atau kebijakan yang secara khusus guna membasmi spesies alien. Sasaran akhir strategi itu ialah melestarikan dan memulihkan ekosistem kesehatan yang merupakan daerah perlindungan margasatwa.

Spesies asing itu datang dalam bentuk tanaman, hewan dan mikroba yang telah memasuki berbagai wilayah dari bermacam bagian dunia. Judi mengatakan meskipun tak semua spesies 'alien' akan menjadi penyerbu atau mengancam lingkungan hidup, ada kebutuhan akan kebijakan yang jelas.

"Ini perlu akibat potensi dampak mereka yang berjangkauan luas, ketika semua itu menjadi penyerbu," kata Judi.

Sejenis ikan dari Nil, yang diperkenalkan di Danau Victoria adalah hasil persilangan. "Hewan itu telah meningkatkan berkah bagi nelayan, tapi juga telah mengakibatkan hilangnya spesies asli danau tersebut," tutur Judi.

Judi mengatakan, pengenalan spesies penyerbu dapat secara tak sengaja atau sengaja. "Metode sengaja kebanyakan dilatar-belakangi oleh lingkungan ekonomi dan pertimbangan sosial," kata wanita pejabat itu.

Pencegahan spesies asing baru yang menyerbu, kata Judi, mesti dilakukan secara sungguh-sungguh. "Ini disebabkan mereka mengakibatkan kerusakan sangat besar dan menjadi kian merajalela serta sulit ditangani, jika spesies tersebut sudah ajek, atau tak berubah," imbuh Judi.

Berbicara terpisah, Direktur Suaka Margasatwa di Kementerian Lingkungan Hidup, Stephen Manegene mengatakan Kenya adalah penandatangan bermacam kesepakatan dan konvensi yang menangani spesies penyerbu secara global.

Ia mengatakan pentingnya daerah perlindungan yang berkaitan dengan dengan pelestarian dan pemulihan keragaman hayati tak bisa dilakukan secara berlebihan.

"Semua zona ini memainkan peran penting dalam penyesuaian dengan perubahan iklim, yaitu salah satu ancaman yang muncul dan dihadapi keragaman hayati serta ekosistem lain," ujarnya mengakhiri. (*)

*Sumber: republika.co.id

 

Site Launch
Site Launch