Thu04242014

Last update02:37:02 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Nusa Tenggara Timur Panglima TNI Hadiri Peresmian Patung Perbatasan Jendral Sudirman

Panglima TNI Hadiri Peresmian Patung Perbatasan Jendral Sudirman

ALOR, BeritAnda - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Agus Suhartono, meresmikan patung Perbatasan Jenderal Sudirman di Desa Maritaing Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor, Sabtu (15/12).

 

Patung ini dibangun di Maritaing sebagai wilayah perbatasan laut langsung dengan Negera Republik Demokrat Timor Leste (RDTL). Patung yang sama juga dibangun di pulau Ndana Kabupaten Rote Ndao yang berbatasan dengan Negara Australia.

Dalam arahanya Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, sebagai bangsa yang besar Indonesia harus menghargai jasa para pahlawannya seperti Jenderal Sudirman. Menurut Suhartono, walaupun sakit Jenderal Sudirman tetap bersikukuh serta mempunyai kegigihan dan kepribadian yang kuat untuk tetap membela tanah air.

Ia menyatakan, sejarah perjuangan Jenderal Sudirman patut diangkat dan menjadi momentum untuk diteladani dan menjadi landasan inspirasi dalam mengisi kemerdekaan. Keteladanan dan kerja keras dari Jenderal Sudirman tentu harus diwujudkan dalam karya nyata dalam kehidupan sehari – hari.

Suhartono menuturkan, pembangunan patung Jenderal Sudirman di Desa Maritaing sangat tepat dan berada ke arah timur laut Negara RDTL serta merupakan tonggak integritas kesatuan NKRI dan semangat membangun bangsa termasuk di Alor.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Leburaya di NTT menyatakan terdapat lima pulau terluar dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Salah satu pulau itu, Sebut Leburaya adalah pulau Ndana yang juga telah dibangun patung Jenderal Sudirman.

Lebu Raya menyatakan, wilayah yang ada diperbatasan tentu rawan dengan berbagai persoalan. Karena itu, masyarakat harus tegar menghadapi setiap persoalan. Lima pulau terluar dan berbatasan dengan Negara lain yakni Pulau Ndana (Rote Ndao), Pulau Batek di Kabupaten Kupang, Menggudu dan Salura di Sumba Timur dan Pulau Dana di Sabu Raijua. dalam sapaanya Bupati Alor, Simeon Th Pally menyatakan, pembangunan patung Jenderal Sudirman di Maritang karena pertimbangan Alor berbatasan laut langsung dengan Negara Timor Leste dan Maritaing adalah perbatasan terakhir Kabupaten Alor.

Ia menyatakan, pembangunan patung Jederal Sudirman merupakan sebuah sejarah yang patut
direnungkan oleh siapa saja bahwa  Alor tetap siaga menjaga kedaulatan NKRI.

“Dari aspek Geopolitik Kabupaten Alor adalah salah satu dari 112 kabupaten yang berbatasan dengan negera luar. Pembanguan patung ini, kata Pally, sebuah moment kebangkitan dan semangagt untuk menjaga NKRI. Alor adalah daerah yang masih tertinggal dan daerah perbatasan, namun sejauh ini belum ada ancaman gangguan yang nampak.”

Pantauan BeritAnda.com, dalam peresmian patung Perbatasan Jenderal Sudirman juga hadir Kapolri Jenderal Timur Pradopo serta sejumlah Jendera berbintang lainnya dari mabes TNI dan Mabes Polri. Hadir pula Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang, Pangdam IX Udayana, Mayjen (TNI) Wisnu Bawa Tenaya, Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen (TNI) Ferdinand Setiawan. Kunjungan perdana Panglima TNI di Desa Maritaing mendapat dukungan dari dua KRI , mengingat medan yang sulit, rombongan Panglima tiba di lokasi menggunakan tiga buah Helicopter milik TNI AL dan TNI AU.(eko)

Site Launch
Site Launch