Thu04172014

Last update02:25:54 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat FPI Minta Polisi dan Walikota Pontianak Tegas Soal Hiburan Malam

FPI Minta Polisi dan Walikota Pontianak Tegas Soal Hiburan Malam

PONTIANAK, BeritAnda - Front Pembela Islam (FPI) Kalbar melalui, Ketua Laskar Bela Negara dan jihad Apli Herlambang, meminta pihak kepolisian dan Walikota Pontianak tegas terhadap tempat hiburan malam yang masih membandel dari Peraturan Walikota (Perwako) Pontianak selama bulan Ramadhan 1433 H.

Pernyataan tersebut ditegaskan Apli usai berdialog dengan kapolda Kalbar, Sabtu (28/7/2012) pukul 22.30 di jalan Tanjungpura, menyusul akan bergeraknya Laskar FPI ke beberapa tempat hiburan malam yang sudah ditengarai melakukan pelanggaran.

“Tim kita menemukan hal-hal yang seperti itu dilapangan,” ujar Apli. Dan menurutnya, masih banyak lagi tempat-tempat yang terindikasi melanggar Peraturan Walikota (Perwako) Pontianak, seperti adanya tempat karaoke yang pegawai perempuannya bisa dibayar untuk melakukan hubungan intim atau warung kopi yang menyediakan minuman keras/beralkohol.

“Kita dari laskar ingin agar pihak kepolisian bertindak tegas terhadap temuan-temuan FPI tersebut, karena ini bulan suci Ramadhan,” desaknya. Lebih lanjut Apli mengatakan, bahwa pihaknya malam ini bukan sweeping, namun hanya ingin menegaskan agar tempat-tempat hiburan dan warung kopi agar mentaati Perwako Pontianak yang sudah ditetapkan. “Karena ada indikasi mengabaikan peraturan walikota tersebut,” ungkapnya.

“Kita juga minta agar Walikota tegas menjalankan aturan yang dibuatnya jika ada tempat-tempat yang melanggar, tidak usah sungkan, kalau perlu langsung dicabut ijin usahanya,” katanya. Ia mengatakan masih banyak usaha-usaha lain yang bisa menjadi pemasukan daerah.

Pada 29 Juli 2012 di Kota Pontianak diperoleh keterangan terkait dialog Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Unggung Cahyono dengan terkait antisipasi terhadap rencana aksi sweeping FPI Kalbar pada 29 Juli 2012 pukul 00.00 wib.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Unggung Cahyono yang tetap berada dilokasi untuk meredam aksi ormas mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti apa-apa yang menjadi keluhan masyarakat.

“Sekarang ini kita lihat, mercon suaranya sudah tidak ada kan? Dan miras juga terus kita razia. Untuk mengatasi masalah tersebut kepolisian melakukan pendekatan preventif dan dialog, dengan mengefektifkan Dir Binmas.

Menurut Kapolda, ia sudah melakukan dialog agar mereka melaporkan saja tempat mana saja yang melanggar, nanti polisi yang menindak.(mwd/rfi)

Site Launch
Site Launch