Wed04162014

Last update03:22:06 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Gaya Hidup IPTEK Tahun 2013, Terjadi Empat Kali Gerhana

Tahun 2013, Terjadi Empat Kali Gerhana

PONTIANAK, BeritAnda - Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh PW Muhammadiyah Kalbar, Rabu (2/1/2013), dinyatakan bahwa di tahun 2013 ini, diprediksi ada empat kali gerhana. Empat gerhana tersebut antara lain dua kali gerhana bulan dan dua kali gerhana matahari.

Ketua DPW Muhammadiyah Kalbar Ahmad Jais yang didampingi oleh Wakil Ketua Nilwani Hamid dan Sekretaris DPW Ikhsanudin menyampaikan, gerhana bulan sebagian yang diprediksi akan terjadi pada hari Jumat 26 April 2013, mulai pukul 02.54 WIB dengan puncak gerhana pada pukul 03.07 WIB dan berakhir pada pukul 03.22 WIB. Bahkan gerhana ini diperkirakan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian Gerhana Matahari Cincin akan berlangsung pada hari Sabtu, 11 Mei 2013, yang dimulai pada pukul 05.30 WIB, puncak gerhana pukul 07.25 WIB dan berakhir pada pukul 09.20 WIB.Gerhana penumbral atau sebagian, dapat disaksikan di wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan Penumbral, pada hari Sabtu, 19 oktober 2013 dimulai pukul 04.48 WIB, gerhana puncak pada 06.50 WIB dan akhir gerhana pada pukul 08.52 WIB. Gerhana ini dapat dilihat dari wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Terakhir, Gerhana Matahari Cincin yang akan diprediksi terjadi pada hari Minggu, 3 November 2013. gerhana akan dimulai pada pukul 17.04 WIB, mencapai puncaknya pada pukul 19.46 WIB dan berakhir pada pukul 21.28 WIB. Sayangnya, gerhana ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Selain gerhana, fenomena alam yang dicatat dalam kalender Muhammadiyah adalah posisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah, yaitu pada hari Senin, 27 Mei 2013 atau setara pukul 16.18 WIB, serta pada hari Senin, 15 Juli 2013 pukul 16.27 WIB. Bahkan, Sekretaris DPW Muhammadiyah Kalbar Ikhsanudin mengatakan idul fitri tahun 2013 ini berpotensi dirayakan seluruh umat Islam secara bersamaan.

“Awal puasa akan jatuh pada 9 Juli 2013 dan Hari Raya Idul Fitri pada 8 Agustus 2013, ini potensi kita untuk merayakan Idul Fitri secara bersama-sama, karena ketinggian kurang lebih 3 derajat,” ungkapnya.
Rilis kalender Muhammadiyah ini dinyatakan Ketua DPW Muhammadiyah

“Muhammadiyah tetap konsisten dengan metode hisab hakiki, karena dengan kemajuan teknologi sekarang ini, tidak ada lain, jalannya dengan hisab ini,” ujarnya.

Menurutnya, penghitungan menggunakan metode rukyah masih terbatas dan seringkali terkendala
oleh awan, karena masih menggunakan pandangan mata.

Menyikapi adanya fenomena alam seperti gerhana, Jais mengungkapkan bahwa Sholat Gerhana saat ini banyak belum diketahui umat. “Ini tugas dari tokoh agama untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaannya,” tuturnya.(mwd/rfi)

Site Launch
Site Launch